Pages

Cerpen “Romantika dan Nasionalisme” oleh Gaizka Mendieta

Minggu, 30 Oktober 2016

“Romantika dan Nasionalisme”
oleh Gaizka Mendieta

‘Aku adalah Indonesia dan Indonesia adalah aku’, artinya jika diibaratkan Indonesia itu jantung dan aku itu tangan, maka aku tidak peduli jika kedua tanganku putus yang penting jantungku masih berdetak! Aku tidak peduli dengan nyawaku, jika itu untuk Indonesia!


***

            Sedari tadi gadis itu masih duduk santai di atas bangkunya sambil headset yang terus terpasang di telinganya. Ia sama sekali tak memperdulikan guru yang sedang menjelaskan materi di depan kelas. Ada banyak yang tidak ia mengerti. Kenapa dalam pelajaran fisika juga terdapat angka yang memusingkan dan sangat ia benci, sebenci ia pada matematika. Hei, bahkan pada pelajaran tanpa angka pun ia membencinya. Jadi, apa yang disukainya? Tentu saja duduk bersantai sambil mendengarkan musik dari handphone-nya.
            Jika kita lihat dari fisik, gadis bernama Saphira Renaldy ini memang cukup dikagumi oleh kaum Adam. Wajahnya cantik, kulit putih bersih, hidung mancung, lesung pipit di kedua sisi pipinya yang menambah kemanisannya, dan jangan lupa kemodisannya dalam berpakaian. Namun sayang, Saphira dikenal sombong dan angkuh karena kecantikan dan kekayaannya. Sehingga ia banyak dibenci oleh teman-temannya. Dan hingga saat ini teman yang masih bertahan disisinya adalah Raisa. Diseluruh bagian belahan bumi ini, hanya Raisa yang mau menerima Saphira sebagai sahabatnya yang tanpa paksaan.
            Jika kalian berpikir bahwa Saphira dan Raisa itu sama, maka kalian salah. Mereka jauh berbeda. Raisa juga cantik, hanya saja dia berasal dari keluarga yang sederhana. Tapi Raisa adalah gadis yang baik dan ramah, kepintaran dalam pelajaran pun pantas diacungi jempol. Yang artinya semua itu sangat terbalik dengan Saphira.
            Mereka bagaikan kutub plus dan minus, maka itulah yang membuat mereka terus terikat –Sahabat.
            Saphira sendiri tak paham apa arti sahabat. Namun yang ia tau, sahabat adalah Raisa.
***

            "Saphira, kamu sudah paham?" suara Pak Nur mengintrupsi Saphira dari lamunannya. Ia langsung melepas headset-nya dan menyembunyikannya di laci meja. Pak Nur menatap Saphira menyelidik, seperti polisi yang sedang mengintrogasi seorang tersangka.
            "Paham?" ulang Saphira, ia malah balik tanya tak mengerti apa yang dimaksudkan guru fisika itu.
            Seketika seluruh siswa di ruangan itu menoleh ke Saphira yang duduk di bangku paling belakang bersama Raisa.
            "Ra, kenapa semuanya pada liatin kita?" bisik Saphira pada Raisa di sampingnya.
            "Liatin kamu kali, Saph. Salah siapa dari tadi bengong sendiri," balas Raisa yang setengah berbisik.
            "Memangnya tadi Pak Nur jelasin apa, Ra?" bisik Saphira lagi, masih menatap horor gurunya yang juga sedang menatap tajam dirinya.
Raisa hanya mengedikan bahunya cuek. Melihat Saphira yang wajahnya santai saja tanpa ada rasa takut sedikit pun, ia jadi merinding sendiri, Raisa rasa hanya Saphira murid teraneh di dunia. Dan yah.. kalau sudah begini, kalian pasti taulah apa yang akan Pak Nur lakukan pada Saphira.
            "Saphira, sudah Pak guru peringatkan berkali-kali, jika sedang dijelaskan harus memperhatikan, kamu malah pakai headset. Dan ini sudah sekian kalinya kamu melakukan ini. Kamu tidak kapok, ya?" ujar Pak Nur galak.
            Suasana kelas menjadi hening sesaat. Saphira memutar bola matanya malas, ia lalu bangkit dari bangkunya mengambil headset di lacinya dan berjalan menuju pintu.
"Saya tau apa yang harus saya lakukan, Pak!" ujar Saphira santai lalu pergi tanpa rasa bersalah.
***

            Saphira keluar dari kelasnya dan memutuskan untuk pergi ke kantin. Ia kembali memasang headset-nya di kedua telinganya lalu me-play lagu EXO - Monster.

            EXO? Yap, EXO adalah grup boyband asal Korea Selatan. Saphira adalah fans terberatnya. Ia sangat mencintai EXO. Bahkan sering kali ia bolos sekolah demi untuk menonton konser EXO, yang bukan di hanya di dalam negeri saja tapi bahkan sampai di Korea Selatan. Dia juga rela jika itu hanya sebuah fanmeeting kecil.
            Semua goods EXO telah ia punya, dari benda kecil, outfit, sampai album-albumnya. Menjadi anak tunggal di keluarga kaya raya membuat semua keinginan Saphira harus terpenuhi. Dan karna itu, Saphira menjadi gadis yang malas, ia selalu memilih EXO itu dari pada lainnya, bahkan jika memilih bernapas atau EXO, ia akan memilih EXO. Ia bilang EXO adalah nafasnya dan alasan ia bernafas adalah EXO. Berarti.. apa arti keberadaan Tuhan?
            Karena EXO ini, Saphira semakin menggali semua yang berbau tentang Korea. Dari tata krama, tren-tren, gaya hidup, hingga budaya-budaya disana ia pelajari. Hanya saja 1 dari 1000 impiannya itu yang belum terkabulkan adalah tinggal menetap di Korea, agar tak perlu ia bolak-balik Jakarta-Seoul jika ingin melihat EXO. Baginya, Indonesia hanya tempat lahirnya dan tempatnya tinggal untuk sementara, dan tempat tinggalnya yang sebenarnya adalah di Korea. Yah.. dia begitu mencintai negara itu.
            Jika kita berbicara tentang silsilah keluarganya pasti kalian akan terkejut. Bahwasanya, ayah Saphira sendiri –Wibowo Renaldy, adalah seorang TNI yang memiliki sumpah untuk mengabdi dan menjaga negara, yang nyatanya itu sangat berbeda dengan prinsip anaknya. Ayahnya memang tau, jika Saphira begitu menyukai EXO dan ia pun tidak melarang asal masih diambang batas, dan ayahnya memang tidak tau tentang itu. Ayahnya ditugaskan di Papua, sehingga Saphira hanya tinggal bersama ibunya. Ibunya terlalu memanjakannya, sehingga semua yang Saphira inginkan selalu ia penuhi.

            Saphira memilih duduk di tempat biasa ia pesan jika makan di kantin. Kantin terlihat sepi, yah siapa lagi yang lebih bandel dibanding dirinya sehingga harus dihukum tidak boleh mengikuti pelajaran? Sepertinya tidak ada.
            "Bu, kaya biasa!" seru Saphira dengan tidak sopannya pada Ibu kantin disana.
Beberapa menit kemudian, ibu kantin itu membawa pesanan Saphira –bakso dan jus jeruk.            "Ini pesanannya, Mbak," ucap ibu kantin lembut setelah meletakkan pesanannya di meja.
            Sementara Saphira hanya menggerakkan tangannya mengisyaratkan ibu kantin agar segera pergi, matanya bahkan masih terfokus pada handphone-nya. Tak sopan. Mengucapkan terimakasih pun tidak.
            Ibu kantin itu hanya mengelus dadanya sabar, ia sudah tau seperti apa Saphira ini.

            Sementara di pojok ruangan itu, seorang siswa juga sedang menyantap makanannya. Ia memperhatikan Saphira dari tadi.
            Setelah selesai dengan perutnya, siswa laki-laki itu segera membayarnya.
            "Maaf, Bu. Ibu tau siswa itu? Kenapa dia kesini saat jam pelajaran?" tanyanya menunjuk Saphira yang sedang makan.
            "Oh ya, ibu tau. Dia Mbak Saphira anak kelas X. Maaf, Mas, dia sudah biasa kesini saat jam segini, tapi ibu nggat tau alasannya, Mas," kata ibu kantin menggunakan logat jawanya.
            "Oh, ngga apa, Bu. Terimakasih," balasnya dengan sopan.
            Siswa laki-laki itu pun mulai mendekati Saphira. Ia seperti tak pernah melihatnya. Apa dia murid pindahan? Atau dia sendiri yang tidak begitu memperhatikan adik-adik kelasnya.

            "Hai, boleh duduk ngga?" tanyanya saat sudah di depan Saphira. Saphira menghentikan kegiatannya merasa ada orang menghampirinya.
            "Apa?" tanya Saphira, meminta lelaki itu mengulangi lagi perkataannya karna ia tak bisa mendengar dengan jelas.
            Siswa itu memutar bola matanya malas. Tangannya menarik headset yang menggantung di telinga Saphira. "Boleh aku duduk?" ulangnya lagi. Ia lalu terkekeh melihat respon Saphira yang terlihat bodoh melupakan bahwa ia masih memakai headset.
            "Kurasa ada banyak bangku kosong," jawab Saphira cuek, lalu memasang kembali headset-nya dan melanjutkan makannya.
Siswa itu tersenyum miring, ia melipat kedua tangannya di depan dadanya. "Ck, begitukah sikapnya pada kakak kelas?" gumam lelaki itu. Ia lalu menjatuhkan bokongnya di kursi depan Saphira duduk.
            Siswa lelaki itu masih diam. Ia memperhatikan adik kelasnya dari atas sampai bawah, eumm.. yaaa, lumayanlah.
            Sementara Saphira yang merasa risih karna terus di perhatikan ia mendongak dan menatap tajam orang yang berada di depannya. Mengganggu saja, batin Saphira.
Saphira sudah akan bangkit dari kursinya tapi sebelum itu terjadi, siswa lelaki itu menahan tangannya dan melepas headset-nya lagi. Saphira mendelik marah menyiratkan pertanyaan dimatanya 'siapa-kau-beraninya­-menghentikanku'.
            "Aku ketua bantara putra dan ketua sie keorganisasian osis di SMA Petranas, jadi aku pengin kejelasanmu, kenapa ngga ikut pelajaran? Kamu pasti kelas X, kan? Dan aku kakak kelasmu, jadi sopan sedikit dong," jawabnya panjang lebar seakan tau apa yang sedang ditanyakan Saphira di otaknya. Saphira melongo sejenak, jadi dia sombong pengin dihormati karna jabatan dan karna dia kakak kelas? Ck. Dia bodoh atau apa? Dia juga ngga ikut pelajaran. Pakai acara penjelasan segala, seakan dia memang sudah benar saja.
Saphira menatap siswa yang mengaku sebagai ketua bantara putra dan ketua sie keorganisasian itu dengan jengah.
            "Kau ingin aku menjelaskannya, kakak bantara sekaligus kakak osis?" wajah datar Saphira dibuat-buat menjadi begitu antusias.
            "Jangan panggil begitu. Aku Fahri Adiputra, panggil aja Fahri," ucapnya.
            "Oh Fahri. Jadi gini, tadi pelajaran fisika aku ngga perhatikan Pak Nur dan malah headset-an, jadi aku ngga boleh ikut pelajaran dia lagi gitu, puas?" tutur Saphira jujur dan sedikit blak-blakan.
            "Ooh gitu. Kenapa kamu headset-an terus?" tanya Fahri, lagi.
            "Fahri, kenapa tanya terus sih?" geram Saphira.
            "Loh kok, panggilnya gitu?" Fahri mengalihkan pembicaraan Saphira dan malah bertanya balik.
            "Kan tadi situ sendiri yang minta dipanggil Fahri," jawab Saphira sewot.
            "Yaah.. ya tambahin 'kak' biar lebih so-"
            "Iya kak Fahri, maaf ya?" potong Saphira. Ia meminum jus jeruknya yang tinggal setengah sampai habis.
            "Duluan!" ujar Saphira cuek lalu bangkit dari duduknya meninggalkan Fahri yang masih duduk.
            “Saphira Renaldy?” gumam siswa lelaki itu, tadi membaca nametag gadis yang baru saja pergi.
***

            "Saph, kamu dari mana saja? Aku nyari kamu tau," rengek Raisa kesal saat Saphira sudah di hadapannya malah lagi santai di taman belakang sekolah, dan jangan lupa handphone yang masih bertengger di tangannya.
            "Jam Pak Nur udah selesai ya, Ra?" mendengar respon Saphira, Raisa jadi tambah kesal.
            "Iyalah. Ngga bakal berani aku ninggalin kelas kaya kamu!" cibir Raisa, dia ikut duduk di samping Saphira. Saphira diam setelah itu.

            Raisa memandang Saphira yang masih asyik dengan handphone-nya. Raisa paham sekali apa yang sedang Saphira lakukan. Raisa jamin 100%, Saphira itu sedang mantengin timeline twitter-nya buat tau kabar terbaru EXO yang ngga mau tertinggal ia baca barang 1 kata pun.
            Raisa menghela nafasnya panjang. Ia menyayangi Saphira seperti keluarganya sendiri, dan dia sendiri juga tak suka Saphira seperti ini. Sudah dengan sabar ia membuat Saphira berubah, tapi setiap Raisa menasihatinya Saphira akan marah.
            Tapi apa Saphira tidak tau kalau Raisa juga ikut dikucilkan teman-teman karna ia terus bergaul dengan Saphira yang setaunya Saphira itu paling dibenci karna kesombongan dan keangkuhannya. Jika Raisa mau, pasti sudah sejak lama ia memblokir Saphira sebagai sahabatnya. Tapi bahkan ayah Saphira sendiri yang memintanya untuk menjaga Saphira, dan Raisa tak bisa apa-apa.
            Dia lelah sebenarnya. Ia sudah melakukan semua kemauan Saphira, tapi apakah dia mau mengerti Raisa? Raisa bahkan rela ikut pindah sekolah 2 kali saat kepala sekolah dulu mengeluarkan Saphira dan akhirnya sekolah di SMA Petranas. Dia rela agar Saphira terus bersamanya.
            Okelah, jika Saphira tidak bisa memikirkan Raisa, setidaknya pikirkan dirinya sendiri. Masa depannya mau bagaimana jika pelajaran saja masih EXO di otaknya. Kalau Raisa bisa musnahkan EXO, udah dari dulu ia musnahkan. Sayangnya Raisa ngga ahli dalam seperti itu, ia hanya bisa diam.
            Sebenarnya boleh saja, jika Saphira mengidolakan sesuatu. Tapi seharusnya dia ngga perlu sefanatik itu. Sampai-sampai negara asal EXO juga sangat dia cintai dan malah ingin pindah ke sana. Apa dia tidak malu hidup di negara yang indah dengan 17 ribu lebih pulau, beribu adat, suku, dan keberagaman yang lain tapi masih tetap bersatu, dan dia masih memuja-muji bangsa lain? Apa dia tidak malu pada pahlawan yang memperjuangkan bangsa ini? Apa dia tidak malu pada Pancasila dan Burung Garuda yang biasa terpajang di dinding kelas? Bukankah Pancasila yang membuatnya tetap hidup diatas keadilan dan persatuan di negara ini? Bagaimana dia bisa hidup tanpa itu? Mana rasa nasionalisme Saphira?
            Mengagumi sangat dibolehkan selama itu masih dibatas wajar. Tapi Saphira? Oh Ya Tuhan, apa yang harus ia lakukan terhadapnya? Dia anak seorang TNI yang berkewajiban menjaga tanah air ini. Apa yang akan ayahnya lakukan jika mengetahui Saphira sebenarnya? Pasti ayah Saphira akan sangat kecewa pada Raisa tak bisa menjaga Saphira.
            "Iya.. nanti aku belajar kok, Ra," ujar Saphira seakan tau apa yang sedang sahabatnya pikirkan. Raisa menyeringai, ia mengacuhkan perkataan Saphira.
            "Sampai kapan kamu bakal begini terus, Saph?" ujar Raisa, seketika Saphira menolehkan wajahnya dari ponsel ke samping dimana Raisa duduk dan menemukan sahabatnya itu menangis. Wajah Saphira menjadi cemas.
            "Ok, ok, aku bakal berhenti main hp," ucapnya dan meletakkan ponselnya di saku. "Kenapa nangis sih, Ra? Kalau kamu nangis karna aku bandel dan ngga bisa diomongin, aku udah bosen," lanjut Saphira dan itu sukses membuat hati Raisa tertohok.
            "Ya.. aku memang nangis karna itu," balas Raisa.
            Saphira memutar bola matanya malas. Ia bangkit dari duduknya. "Aku duluan!" ucapnya datar. Raisa langsung mendongak. Ia tak percaya, Saphira bahkan tak memperdulikan tangisannya.
            Raisa menahan tangan Saphira. "Biar aku aja yang pergi, kamu tadi duluan duduk disini," tutur Raisa dan pergi meninggalkan Saphira sendiri yang mematung. Apa dia benar-benar telah menyakiti sahabatnya?

            Semantara Fahri yang ada di balik pohon di taman belakang itu menguping semua pembicaraan Saphira dan Raisa. Ternyata sejak keluar dari kantin, Fahri terus mengikuti Saphira. Entahlah, ada apa dengan dia. Yang jelas seperti ada sesuatu yang menariknya untuk melakukan ini.
            Fahri masih tidak mengerti maksud teman Saphira yang meminta agar Saphira berubah. Dan teman Saphira ngapa sampai nangis kaya tadi? Maksudnya apa sih?
Dilihatnya Saphira yang sudah terduduk dan kembali dengan handphone-nya.
Lamunan Fahri terintrupsi suara nada dering handphone-nya –menandakan ada seseorang yang menelponya.
            "Ya?"
            Kita latian lagi, Ri
            "Oh, oke"
            Ditunggu di lapangan
            "Ok, bye"
            Bye
            Sebelum pergi, Fahri melirik tempat Saphira tadi berada, dan.. sudah kosong? Kemana perginya? Ah sudahlah. Ia lalu lari ke lapangan sekolah.

            Saphira melihat Fahri yang sedang memimpin pasukannya di lapangan. Terlihat Fahri yang begitu gagah dan tegas. Yah.. Saphira! Kau memuji orang? Dan sejak kapan kau memperdulikan orang lain?
            Sementara itu Fahri menyadari Saphira yang sedang melihat ke arahnya, ia lalu tersenyum dan melanjutkan kegiatannya.
***

            “Kenapa kamu bolos lagi, Saph?” tanya Fahri yang tiba-tiba sudah ada duduk di samping Saphira. Saphira terkejut bukan main.
            “Loh, Kak Fahri tau namaku?” tanya Saphira balik.
            “Nametag-mu, hehe..” Dan Saphira hanya ber-oh-ria menanggapinya.
            “Soal kenapa aku bolos pelajaran lagi, karena aku ngga suka pelajaran Seni budaya. Bosenin banget. Aneh, ini udah era modern, tapi guru kita masih ngajarin tari tradisional. Kapan Indonesia mau maju kalau begini?”
            Fahri kaget mendengar penuturan Saphira yang blak-blakan dan sedikit kurang ajar. Ia hanya diam setelah itu, memandangi Saphira yang masih sibuk dengan handphone-nya.
***

            Fahri dan tim pramuka SMA Petranas sudah berhasil menyelesaikan perlombaan dengan sangat baik. Yah.. walaupun hanya menerima peringkat 3, tapi itu termasuk awal yang baik bagi pramuka SMA Petranas diawal tahun ini. Awal yang baik juga untuk Fahri, karna saat perlombaan dia diajak salah satu juri yang profesinya TNI untuk mengikuti pelatihan militer. Katanya Fahri sangat pantas menjadi pemimpin, dan sudah tercermin saat Fahri memimpin dan mengkoordinasi pasukannya. Dan itu semakin mendekatkan Fahri ke impiannya menjadi TNI kelak.

            “Kak Fahri, kita mau kemana, sih?” tanya Saphira kesal, karena Fahri dari tadi diam dan tak menanggapi pertanyaannya.
            “Surprise, dedek cantik!” ucap Fahri dan terus mengendarai motornya.
           
            Fahri dan Saphira menjadi dekat setelah Fahri tau ternyata Saphira adalah anak dari guru PBB-nya dulu saat SMP. Ia tau semua itu dari Raisa dan saat itu Raisa menceritakan semuanya tentang Saphira. Entah apa yang membuat Fahri jadi tertarik untuk mencampuri urusan orang lain. Intinya dia seperti ini, setelah melihat Saphira kemarin di kantin. Apa ini namanya jatuh cinta pada pandangan pertama? Aih, apaan sih. Ngaco deh.
Bercerita tentang Fahri sendiri. Fahri Adiputra adalah salah satu siswa populer di SMA Petranas. Kepopulerannya bukan karna prestasinya dan keaktifan dia di hampir semua organisasi saja, tapi juga tampang yang sangat mendukung, dan selalu menjadi idola para siswi di sekolah itu. Postur tubuhnya yang tinggi dan tegap juga menambah ke-perfect-annya. Selain semua itu, Fahri juga dikenal baik dan ramah kepada semua orang.
Fahri sangat mencintai pramuka. Ia sendiri mempunyai impian untuk membangun dan mengamankan bangsa Indonesia saat ia dewasa, ia ingin menjadi seorang Panglima TNI kelak. Dan keinginannya saat ini adalah memberantas penjajahan mental yang saat ini dialami oleh para remaja. Penjajahan di era modern ini bukan dalam bentuk agresi militer, tapi dengan menjajah mental para pemuda, contoh dengan menyebarnya tren-tren masa kini; maraknya ponsel-ponsel canggih, games, pornografi, jaringan narkoba, dan lainnya. Dan penjajahan tersebut berasal dari luar negeri yang menginginkan bangsa kita tak mempunyai penerus. Disebut penjajahan mental karena penjajahan ini akan membuat mental/otak pemuda menjadi pemalas. Malas itulah yang kini menjadi permasalahan terbesar remaja di Indonesia. Kata malas seperti menjajah diri para pemuda kita, jika kita merasakannya.
            Dan menurutnya, Saphira sudah terkena gelombang penjajahan tersebut, saat ia mendengarkan cerita dari Raisa. Saphira jadi sangat mencintai bangsa lain. Dan Fahri ingin mencegahnya sebelum benar-benar parah.
            Saphira turun dari motor Fahri saat Fahri menghentikannya di depan sebuah warung. ‘Warung Soto Betawi’ begitu papan yang tertulis di depan warung itu. Tanpa banyak pikir Fahri langsung menarik tangan Saphira untuk masuk.
            “Kak, kenapa kita kesini?” tanya Saphira. “Aku ngga suka soto, kak,” lanjutnya.
            “Kita kesini karena aku laper,” jawab Fahri. “Kamu ngga suka? Memangnya kamu pernah coba?”
            Saphira hanya menggelengkan kepalanya. “Tapi kak, aku setiap hari makannya Korean Food, dan aku ngga biasa makan masakan Indo, apalagi makan soto,” kata Saphira.
            Fahri menghembuskan nafasnya sabar. “Oke, mending kamu cobain dulu. Kalau ngga enak, kita ke restoran K-food deh, gimana?”
            Saphira hanya pasrah, pasalnya sejak berangkat sekolah tadi dia ngga sarapan dan siangnya juga ngga ke kantin. Eh, pulang sekolah langsung di culik sama Fahri dan malah diajak ke warung soto. Ya udah deh, dari pada Saphira mati kelaparan.
***

            “Kak Fahri~!!! Ini indah banget!!!” seru Saphira kesenengan. Dia merentangkan tangannya di udara.
            Fahri memang mengajak Saphira ke sebuah tempat di Bandung. Dago Pakar namanya Inilah alasan Fahri mengajak Saphira makan agar kuat melakukan perjalanan Jakarta-Bandung.
            Dago Pakar merupakan tempat wisata alam yang paling terkenal di Bandung. Setiap akhir pekan, kawasan ini selalu dipadati oleh pengunjung yang ingin merasakan suasana pegunungan khas Bandung. Di kawasan ini ada air terjun, goa, hingga tempat-tempat nongkrong dengan konsep alam.
            “Makasih ya, Kak?” ucap Saphira, menampilkan senyumnya yang diikuti munculnya kedua lesung pipinya. Fahri tersenyum menanggapinya, sangat jarang Saphira tersenyum. Bahkan sebelum ini ia belum pernah melihat Saphira tersenyum.
            Fahri mengajak Saphira agar untuk duduk di salah satu bangku disana. Mereka diam cukup lama, menikmati angin segar yang tak pernah ia rasakan di Jakarta.
            “Kamu tau ngga, kenapa aku ngajak kamu kesini?” ucap Fahri memecah keheningan. Saphira menoleh mendapati Fahri yang sedang menatapnya. Ia sengaja diam, membiarkan Fahri meneruskan kalimatnya.
            “Aku ngajak kamu kesini tuh Saph, biar kamu malu!” ucap Fahri.
            “Malu?” Saphira berjengit.
            “Ya, malu!”
            “Malu kenapa?”
            Fahri mengambil nafasnya dalam-dalam. “Kamu harusnya malu, Saph. Malu sama semua yang ada dihadapan kamu!”
            “Indonesia punya surga seindah ini, dan kamu ngga malu terus muja bangsa lain?”
            Saphira diam, ia menundukkan kepalanya merasa bosan jika pada akhirnya tujuan Fahri mengajaknya kesini untuk menasihatinya.
            “Aku ngga peduli kamu mau marah apa engga. Aku cuma mau bilang, Indonesia di masa depan itu butuh kita –anak muda. Kamu sendiri pernah bilang, Indonesia ngga maju-maju, itu bukan karena masih menerapkan budaya tradisional, tapi karena kamu malas dan malah lebih mencintai bangsa lain!”
            “Budaya tradisional itu termasuk keberagaman di Indonesia. Kita menerapkannya bukan sekedar menerapkannya, tapi kita lestarikan. Lestarikan agar tidak di ambil bangsa lain. Agar persatuan di negara kita semakin kuat, sehingga penjajah pun tidak akan bisa menjajah kita lagi seperti 71 tahun yang lalu.”
            “Ayahmu dulu bilang kepadaku, ‘Aku adalah Indonesia dan Indonesia adalah aku’, artinya jika diibaratkan Indonesia itu jantung dan aku itu tangan, maka aku tidak peduli jika kedua tanganku putus yang penting jantungku masih berdetak!”
            “Aku tidak peduli dengan nyawaku, jika itu untuk Indonesia!”
            Fahri meraih kedua tangan Saphira yang bergetar –gadis ini menangis. “Saphira, maaf. Tapi aku menyukaimu.”
***

            Kemarin ayah Saphira dikabarkan meninggal tertembak peluru saat sedang melakukan tugasnya menangkap teroris. Ia meninggal setelah sebelumnya ia menembak pemimpin teroris tersebut dan malah tertembak oleh teroris lainnya.
            Saphira semakin sadar, yang Fahri katakan benar. Ayahnya begitu mencintai Indonesia sampai rela mati demi hanya untuk menembak teroris yang jika tidak ditembak oleh ayahnya maka akan menghancurkan generasi muda Indonesia.
            Dan Saphira? Apa yang dia lakukan? Ya... sekarang dia malu. Dia bahkan lebih mencintai bangsa lain. Lebih memikirkan bangsa lain.
***
            Baru di hari senin ini, Saphira mengikuti upacara. Dia hormat kepada Sang Merah Putih saat Indonesia Raya di kumandangkan. Ia menangis, melihat bayang-bayang ayahnya yang rela mati demi Indonesia.
            “Maafkan Saphira, Yah. Saphira janji, akan membanggakan ayah,” ucapnya dalam hati.
            Raisa menyadari perubahan Saphira. Ia ikut senang dan berjanji akan membantu Saphira agar menjadi orang yang lebih baik. Karena, Saphira sahabatnya.
***

            Fahri tersenyum melihat Saphira yang telah berubah. Ia mendekati Saphira yang sedang membaca buku di perpustakaan bersama Raisa. Menyadari Fahri yang akan berjalan ke arahnya, Raisa sengaja pergi memaklumi keduanya yang sedang dilanda asmara.
            “Gini, Ra. Jadi aku pengin semua barang-barang yang udah  ngga bisa di pakai, aku sumbangin ke anak-anak yang – loh, Ra, kemana?” Saphira yang sedang bicara terpotong, karena menyadari Raisa sudah tidak ada di sampingnya. Dan malah mendapati Fahri yang sudah duduk di sampinya. Saphira terkejut bukan main.
            “Cie.. yang lagi sibuk sampai ngga sadar dari tadi ada orang ganteng disini..” ucap Fahri membuat Saphira memukul bahu Fahri sebagai responnya.
            “Ih, Kak Fahri~ Raisa kamu culik kemana?” ucap Saphira kesal. Ia meletakkan bukunya yang tadi dia baca dan berdiri dari duduknya. Tapi Fahri menahan tangan Saphira agar tetap duduk.
            “Mau kemana?” tanya Fahri. “Aku mau bicara sebentar, em.. lebih tepatnya tanya sih.”
            Akhirnya Saphira kembali duduk menunggu Fahri yang akan bicara. “Bicara apa?” tanya Saphira, ia jadi gugup sendiri karena dari tadi Fahri hanya diam sambil terus memandanginya.
            “Kamu.. udah tau, kan kalo aku suka sama kamu?” ucap Fahri. “Aku pengin kamu jaga hati kamu buat aku sampai kita dewasa nanti. Aku ingin kita bersama tapi bukan sekarang, aku pengin besok saat waktunya tepat. Kamu mau, kan?” tanyanya ia memandang Saphira lekat. Saphira diam yang juga sedang menatap lekat Fahri.
            Saphira tersenyum manis setelah itu –menampakkan lesung pipi yang entah sejak kapan menjadi kesukaan Fahri. Ia lalu memeluk Fahri. “Terima kasih, Kak!” ucapnya setelah itu.
            Fahri speechless mendapat perlakuan seperti itu, tapi setelah itu ia mulai membalas pelukan Saphira.
            “Terimakasih, sudah buat hidupku berubah!”


***


Note: Cerita ini asli milik saya, jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan saja! No bash! No copy! Hanya komentar atau kritik saja yang saya terima. Thanks for reading^^

Temukan cerita ini juga di Wattpad: "Romantika dan Nasionalisme"
Contact me on social media: FacebookTwitter, and please visit my YouTube Channel

Contoh Makalah Sistem Operasi Windows Xp

Senin, 26 September 2016

MAKALAH

Arsitektur Sistem Operasi Windows Xp





Penyusun Kelompok 7:
1.  Akbar Hanafi (05)
2.  Astri Yuliani (11)
3.  Gaizka Mendieta (31)
Kelas : X MM 1



SMK NEGERI 2 PURWOKERTO
TAHUN 2016




Daftar Isi

HALAMAN JUDUL.............................................................................. 1
DAFTAR ISI........................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 3
1.       Tujuan Penulisan....................................................................... 3
2.       Tinjauan Pustaka....................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN MATERI........................................................ 4
       1.         Pembahasan Materi.................................................................. 4
2.         Kesimpulan.............................................................................. 6

DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 7






BAB I
PENDAHULUAN


     1.      Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk menambah pemahaman pembaca tentang sistem operasi windows Xp dari pengertiannya sampai arsitekturnya.
     2.      Tinjauan Pustaka
Makalah ini akan menjelaskan tentang pengertian, hingga arsitektur dari sistem operasi Windows Xp.
Windows Xp adalah jajaran sistem operasi berbasis grafis yang dibuat oleh  Microsoft untuk digunakan pada komputer pribadi, yang mencakup komputer rumah dan desktop bisnis, laptop, dan pusat media (Media Center). Windows XP digantikan oleh Windows Vista, yang dirilis untuk pengguna volume licence pada 8 November 2006, dan di seluruh dunia untuk masyarakat umum pada tanggal 30 januari 2007.



BAB II
PEMBAHASAN MATERI

       1.      Pembahasan Materi
A.     Pengertian Arsitektur Sistem Operasi
Arsitektur sistem operasi adalah arsitektur perangkat lunak yang digunakan untuk membangun suatu perangkat lunak sistem operasi yang akan digunakan dalam sistem komputer.
Sistem operasi merupakan kumpulan dari program-program (prosedur,fungsi, library) dimana prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila diperlukan.

B.     Sejarah Singkat Windows XP
      Windows XP sebelumnya dikenal dengan kode sandi “Whistler”, yang mulai dikembangkan oleh para pengembang Microsoft pada pertengahan tahun 2000-an. Bersamaan dengan proyek ini, Microsoft juga tengah menggarap proyek Windows generasi baru penerus Windows Me (Millennium Edition) yang dinamakan dengan kode sandi “Windows Neptune” yang diproyeksikan sebagai “Windows NT versi rumahan”.
      Setelah Windows ME dianggap kurang sukses menyaingi kesuksesan Windows 98, Microsoft pun akhirnya memutuskan untuk mengawinkan dua buah sistem operasi Windows tersebut (sistem operasi berbasis Windows NT dan sistem operasi berbasis Windows 9x) ke dalam sebuah produk. Itulah yang kita kenal sekarang dengan Windows XP.
      Windows xp atau Windows 5.1 Build 2600 adalah sebuah versi system operasi windows yang diluncurkan oleh Microsoft Corporation pada tanggal 25 Oktober 2001 di Amerika Serikat. Microsoft memutuskan untuk ‘mengawinkan’ dua buah system operasi windows tersebut ( sistem operasi berbasis windows NT dan sisem operasi berbasis windows 9x) kedalam sebuah produk yang sekarang ini kita kenal dengan windows Xp .
      Windows XP pertama kali di release pada tanggal 25 Oktober 2001, dan sejak dirilis hingga Januari 2006 saja, menurut perkiraan seorang analis, tidak kurang dari 400 juta salinan instalasi digunakan para pengguna Microsoft Windows.Angka yang cukup fantastis untuk penjualan Sistem Operasi hanya dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun. Dan diperkirakan angka nya akan terus bertambah hingga saat ini, mengingat banyak nya pengguna komputer yang memakai Sistem Operasi Windows.
C.     Pengertian Windows Xp
      Windows XP adalah jajaran sistem operasi berbasis grafis yang dibuat oleh Microsoftuntuk digunakan pada komputer pribadi, yang mencakup komputer rumah dan desktop bisnis, laptop, dan pusat media (Media Center). Nama “XP” adalah kependekan dari “Experience”. Windows XP merupakan penerus Windows 2000 Professional dan Windows Me, dan merupakan versi sistem operasi Windows pertama yang berorientasi konsumen yang dibangun di atas kernel dan arsitekturWindows NT. Windows XP pertama kali dirilis pada 25 Oktober 2001, dan lebih dari 400 juta salinan instalasi digunakan pada Januari 2006, menurut perkiraan seorang analis IDC. Windows XP digantikan oleh Windows Vista, yang dirilis untuk penggunavolume license pada 8 November 2006, dan di seluruh dunia untuk masyarakat umum.

a.       Interface, adalah menunjukan tampilan desktop pada Windows Xp yang sudah merupakan visual yang dinamis jika dibandingkan dengan versi windos dibelakangnya seperti Windows98 kebawah.
b.      Taskbar dan Star Menu Properties
Taskbar pada Windows Xp digunakan sebagai pengatur segala macam komponen yang terdapat pada taskbar tersebut. Seperti menampilkan jam, menyembunyikan ikon yang tidak aktif, mengunci taskbar supaya tidak bisa di pindahkan baik ke atas ataupun ke samping, menyembunyikan taskbar (autohide), menampilkan taskbar diatas supaya jika aplikasi berjalan taskbar masih berada diposisi paling atas, mengelompokkan atau grup aplikasi yang sama, misalnya kita membuka 5 file dokumen word maka akan diperlihatkan satu dokumen word dan ketika mau melihat semuanya tinggal di klik di file yang terlihat tadi lalu bisa dipilih dari kelima tersebut mana yang mau diaktifkan, menampilkan quick launch. Pada Star Menunya kita dapat merubah tampilan Star Menu (gambar 2) baik ke dalam bentuk klasik maupun bentuk modern (default)
c.       Control Panel
Contol panel pada windows Xp digunakan untuk mengatur berbagai macam settingan untuk mengoptimalkan windows Xp itu sendiri.

D.     Arsitektur Windows Xp


            2.      Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah berjudul “Arsitektur Sistem Operasi Windows Xp” adalah kita dapat mengetahui sejarah, pengertian, dan berbagai fitur yang terdapat di Windows Xp, serta bagan arsitektur Windows Xp. Setelah mengetahui hal tersebut, kita bisa mengolah dan membagikan ini kepada khayalak.





DAFTAR PUSTAKA


            Wikipedia, Windows Xp, https://id.wikipedia.org/wiki/Windows_XP
Slideplayer, Model Sistem Operasi Ilmu Komputer FMIPA UGM, http://slideplayer.info/slide/2381763/

M. Hafid Ali, 2015 Arsitektur Sistem Operasi dan Penjelasannya Lengkap, http://www.blog-hafid25.com/2015/09/arsitektur-sistem-operasi-dan.html
















[LYRICS] EXO ft. Yoo Jaesuk - Dancing King [Romanization + Translation]

Minggu, 18 September 2016

[LYRICS] EXO ft. Yoo Jaesuk - Dancing King [Romanization + Translation]

dancing king.jpg

ROMANIZATION

Hey hey hey hey
Hey hey hey hey
Hey hey hey hey

tteugeoun rideume gaseumi ttwijanha
daraolla jigeum nae simjangi
Come on shake it
neoui bonneungeul kkaewo
i sigani jinagagi jeone

A-ya-ya
oneul bam naneun dancing King
naege ppajyeodeureo
A-ya-ya
oneul bam nawa dance all night

Oh
jiruhaessdeon harul beoseo deonjyeo beorigo
nae ane jamdeureo issdeon heungeun chaenggigo
ollata bwa yeogi rideumiran mabeobe
Senorita!
kkamjjak nollal bameul seonmulhae julge

seotun momjise neoreul matgyeo geunyang michyeo
(Ooh ah ah ah ah ah)
jichin gaseume bureul danggyeo hamkke chumeul chwo
Cuz tonight

tteugeoun rideume gaseumi ttwijanha
daraolla jigeum nae simjangi
Come on shake it
neoui bonneungeul kkaewo
i sigani jinagagi jeone

A-ya-ya
oneul bam naneun dancing King
naege ppajyeodeureo
A-ya-ya
oneul bam nawa dance all night

Ah
jjajeungnaneun ildeul modu ijgo sipeul ttae
gomin malgo geunyang nareul chajaomyeon dwae
Yeah
mambo taenggo rumba samba mwodeun malman hae
buona sera!
meosjin sesangeuro chodaehae julge

seotun momjise neoreul matgyeo geunyang michyeo
(Ooh ah ah ah ah ah)
i siganmaneun modu ijeo hamkke chumeul chwo
Cuz tonight

tteugeoun rideume gaseumi ttwijanha
(mangseorijima)
daraolla jigeum nae simjangi
(daraolla)
Come on shake it neoui bonneungeul kkaewo
(hamkke heundeureo)
i sigani jinagagi jeone
(Oh yeah)

A-ya-ya
oneul bam naneun dancing King
naege ppajyeodeureo
A-ya-ya
oneul bam nawa dance all night

Shake it to the left
Now shake it to the right
dari jil ttaekkaji neol meomchujineun ma

Shake your body oh my
dancing all night
nege nuni meon nan neol bonael su eopseo
Awoooo

eochapi han beon saneun insaengijanha
dallyeo bolkka oneul jeo kkeutkkaji
Come on shake it
neoui bonneungeul kkaewo
jigeum urin idaero haengbokhae

A-ya-ya
oneul bam naneun dancing King
naege ppajyeodeureo
A-ya-ya
oneul bam nawa dance all night

Hey hey
Hey hey
Hey hey
Hey



TRANSLATION

Hey hey hey hey
Hey hey hey hey
Hey hey hey hey

Jantungku berdebar dari ritme yang enak
Hatiku semakin panas dan panas
Ayo bergoyang
Bangunkan instingmu
Sebelum terlewat momen ini

A-ya-ya
Malam ini, aku Raja Dansa
Jatuh cinta padaku
A-ya-ya
Malam ini, bersamaku Dansa sepanjang malam

Oh
Buang hari yang bosan keluar
Menjaga perasaan gembira yang tidur di dalam diriku
Melompat ke sini ritme yang ajaib
Senorita!
Aku akan memberikan kejutan malam

Kau tetap menari canggung, Jadilah menggila
(Ooh ah ah ah ah ah)
Membuat api di hati lelahmu, Mari menari bersama
Karena malam ini

Jantungku berdebar dari ritme yang enak
Hatiku semakin panas dan panas
Ayo bergoyang
Bangunkan instingmu
Sebelum terlewat momen ini

A-ya-ya
Malam ini, aku Raja Dansa
Jatuh cinta padaku
A-ya-ya
Malam ini, bersamaku Dansa sepanjang malam

ah
Saat kau ingin melupakan setiap hal yang menjengkelkan
Jangan khawatir, datang saja padaku
Ya
Mambo, Tango, Rumba dan Samba, Katakan apa pun
Buona sera!
Aku akan mengundangmu ke dunia yang indah

Kau tetap menari canggung, Jadilah menggila
(Ooh ah ah ah ah ah)
Membuat api di hati lelahmu, Mari menari bersama
Karena malam ini

Jantungku berdebar dari ritme yang enak
Hatiku semakin panas dan panas
Ayo bergoyang
Bangunkan instingmu
Sebelum terlewat momen ini

A-ya-ya
Malam ini, aku Raja Dansa
Jatuh cinta padaku
A-ya-ya
Malam ini, bersamaku Dansa sepanjang malam

Goyang ke kiri
Sekarang goyang ke kanan
Jangan berhenti sampai bulat tenggelam

Goyang tubuhmu oh
Menari sepanjang malam
Aku tak bisa membiarkanmu pergi
Karena aku jatuh cinta padamu
Awoooo

Kita hanya hidup sekali
Akankah kita jalankan sampai akhir?
Ayo goyang
Bangunkan instingmu
Kita senang sekarang karena

A-ya-ya
Malam ini, aku Raja Dansa
Jatuh cinta padaku
A-ya-ya
Malam ini, bersamaku Dansa sepanjang malam

Hey hey
Hey hey
Hey hey
Hei


Lihat juga MV-nya:


credit: idnnetwork

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS